PENENTUAN TEGANGAN
PERMUKAAN
DENGAN MENGGUNAKAN METODE
SUGDEN
1.
Latar belakang
Tegangan permukaan
adalah gaya atau tarikan ke bawah yang menyebabkan permukaan cairan
berkontraksi. Fenomena alam seperti
laba-laba air yang berada di atas permukaan air, silet yang diletakkan perlahan
lahan di atas permukaan zat cair akan terapung merupakan contoh dari tegangan
permukaan.
Kini penerapan
fenomena tegangan permukaan semakin luas, khususnya dalam bidang industri seperti
pembuatan detergen, detergen sengaja dibuat untuk mengurangi tegangan permukaan
air sehingga meningkatkan kemampuan air untuk membersihkan pakaian bukan hanya
itu alkohol dan antiseptik memiliki kemampuan untuk membunuh kuman dan
mempunyai tegangan permukaan rendah sehingga dapat membasahi seluruh permukaan
kulit yang luka.
2. Prosedur
kerja
Hal pertama yang dilakukan dalam praktikum
ini yaitu menyusun alat sugden. Seperti gambar di samping. Sebelum menggunakan
alat tersebut harus dikalibrasi terlebih untuk mendapatkan nilai k; dalam hal
ini digunakan air suling. Isilah botol hingga kurang lebih setengahnya.
Catatlah tinggi manometer dalam keadaan setimbang. Setelah itu tutup G dan buka
kran E secara perlahan-lahan aturlah supaya satu gelembung yang keluar dari
pipa C dapat diamati . catatlah perbedaan
tekanan maksimum yang ditunjukkan
manometer. Kemudian buka kran G aturlah supaya satu gelembung yang keluar dari
pipa B dapat diamati . catatlah perbedaan
tekanan maksimum yang ditunjukkan
manometer. Lanjutkan percobaan pada larutan rinso 0,05 %, larutan rinso 0,1 %,
larutan rinso 0,15% dan larutan rinso 0,2 %. Larutan rinso dengan berbagai konsentrasi
ini dibuat dengan cara menimbang rinso kemudian melarutkannya dalam aquades
dengan volume tertentu.
3. Perhitungan
|
Bahan
|
Pipa
|
Kiri(mmHg)
|
Kanan(mmHg)
|
P (mmHg)
|
|
Aquades
|
C(P2)
|
12,6
|
14,8
|
2,2
|
|
|
B(P1)
|
12,5
|
14,5
|
2
|
|
Sabun 0,05 %
|
C(P2)
|
13,2
|
14,4
|
1.2
|
|
|
B(P1)
|
13,2
|
14,3
|
1.1
|
|
Sabun 0,1 %
|
C(P2)
|
13,1
|
14,4
|
1.3
|
|
|
B(P1)
|
13,2
|
14,4
|
1.2
|
|
Sabun 0,15 %
|
C(P2)
|
13,2
|
14,3
|
1,1
|
|
|
B(P1)
|
15,1
|
14,4
|
0,7
|
|
Sabun 0,2 %
|
C(P2)
|
13,0
|
14,4
|
1.4
|
|
|
B(P1)
|
13,1
|
14,3
|
1.2
|
-
Penentuan
nilai K
Berdasarkan
literatur hubungan tegangan permukaan
dengan suhu(aquadest) dapat digunakan rumus interpolasi untuk menentukan
tegangan permukaan pada suhu 27 ° C
Y = Y1
+ X-X1/X2-X1.(Y2-T1)
= 71,18
+ 27-25/30-25.(71,97-71,18)
= 71,18 + 0,316
= 71,496
dyne/cm
Jadi
tegangan aquadest permukaan pada suhu 27° C = 71,496 dyne/cm
k = g/(P2-P1 )
=357.48
dyne/cm
-
Tegangan
permukaan sabun 0,05%
g =
k(P2-P1 )
= 357.48 (1,2-1,1)
= 357.48 (0,1)
= 35,748
dyne/cm
-
Tegangan
permukaan sabun 0,1 %
g =
k(P2-P1 )
= 357.48 (1,3-1,2)
= 357,48(0,1)
= 35,748 dyne/cm
-
Tegangan
permukaan sabun 0,15 %
g = k(P2-P1 )
= 357.48 (1,1-0,7)
= 357,48(0,4)
= 143 dyne/cm
Tegangan permukaan sabun 0,2 %
g =
k(P2-P1 )
= 357,48(0,2)
= 71,496 dyne/cm
4. Pembahasan
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan tegangan
permukaan dan bagaimana pengaruh detergen terhadap tegangan permukaan. Tegangan permukaan adalah gaya tarikan ke
bawah yang menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan benda dalam keadaan
tegang. Tegangan permukaan dapat menjelaskan bagaimana benda-benda dapat mengapung pada
permukaan cairan, karena adanya gaya tarik-menarik antar molekul cairan pada
permukaan cairan (kohesi). Ada beberapa
macam metode untuk menentukan tegangan permukaan cairan seperti metode kenaikan
kapiler, metode berat tetesan, tekanan gelembung dan lainnya (Anonim,2018). Metode yang digunakan
dalam praktikum ini yaitu metode sugden. Metode ini didasarkan pada hubungan
antara perbedaan tekanan excesss. Perbedaan tekanan ini dapat dilihat dari
tekanan yang ditunjukkan pada manometer rangkaian alat sugden. Alat sugden ini harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum
digunakan untuk mengukur tegangan permukaan. Alat ini dikalibrasi menggunakan
air suling untuk mendapatkan nilai k(konstanta) yang selanjutnya akan digunakan
dalam perhitungan. Nilai tegangan
permukaan air dapat dilihat pada literatur. Nilai tegangan permukaan air
didasarkan pada suhu air yang digunakan. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan
bahwa tegangan permukaan dipengaruhi oleh temperatur, zat terlarut dan massa
jenis. Dalam percobaan ini suhu air yang diperoleh adalah 27 °C dalam literatur yang
digunakan nilai tegangan permukaan air pada suhu 27 °C tidak dicantumkan oleh karena itu untuk
mendapatkan nilai tegangan permukaan digunakan rumus interpolasi. Tegangan
permukaan zat cair berkurang secara linear dengan bertambahnya temperatur
karena meningkatnya energi kinetik dari molekul. Tegangan permukaan disimbolkan
dan memiliki satuan dyne/cm. Adapun nilai
tegangan permukaan air yang diperoleh 71,496 dyne/cm. Setelah mendapatkan nilai
tegangan permukaan selanjutnya mencari nilai dengan menggunakan rumus k= g /(P2-P1 )merupakan nilai tekanan yang
ditunjukkan pada pipa C dan P2 merupakan nilai tekanan yang
ditunjukkan pada pipa B. Nilai k ini diperlukan untuk menghitung tegangan
permukaan detergen menggunakan rumus g = k(P2-P1). Adapun tegangan
permukaan detergen yang diperoleh dengan beberapa konsentrasi sebagai berikut:
o
Sabun
0,05 % g=35,748 dyne/cm
o
Sabun
0,1% g=35,748 dyne/cm
o
Sabun
0,15 % g=143 dyne/cm
o
Sabun
0,2 % g=71,496 dyne/cm
Atau dapat dinyatakan
dalam bentuk grafik sebagai berikut.
Kurva diatas
menunjukkan hubungan antara tegangan permukaan terhadap konsentrasi detergen. Berdasarkan
data yang diperoleh sabun dengan konsentrasi 0,05 % dan 0,1 % memiliki tegangan
permukaan yang lebih rendah dari pada tegangan permukaan air. Sabun dengan
konsentrasi 0,15 % memiliki tegangan permukaan 143 dyne/cm jauh lebih besar
dari tenggangan permukaan air sedangkan sabun dengan konsentrasi 0,2 % memiliki
tegangan permukaan yang sama dengan tegangan permukaan air yaitu 71,496 dyne/cm . Dari hasil yang diperoleh dalam praktikum
ini tidak sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa makin tinggi konsentrasi
detergen maka makin rendah tegangan permukaan nya, begitupun sebaliknya. Yang
membuat detergen dapat menurunkan tegangan permukaan air adalah adanya
zat di dalam detergen yang dinamakan surfaktan (surface active agents). Surfaktan merupakan zat aktif permukaan yang
termasuk bahan kimia organik yang dapat menjadi penurun tegangan permukaan.
Surfaktan yang menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan
ikatan-ikatan hidrogen pada permukaan. Sehingga gaya kohesi atau gaya tarik
menarik antar molekul pada air menurun. Ketidak sesuaian antara teori dan percobaan
ini mungkin disebabkan karena:
1. Kesalahan
pada saat melihat gelembung yang keluar
dari masing-masing pipa dimana terdapat busa yang menutupi penglihatan saat mengamati gelembung yang keluar dari pipa.
2.
Kurang
telitinya praktikan dalam pembacaan manometer
3.
Kurang
tepatnya konsentrasi detergen yang dibuat
5. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
-
Tegangan
permukaan adalah gaya tarikan ke bawah yang menyebabkan permukaan cairan
berkontraksi dan benda dalam keadaan tegang.
-
Tetapan
k yang diperoleh adalah 35,748 dyne/cm. Adapun Tegangan permukaan detergen yang
diperoleh dengan beberapa konsentrasi sebagai berikut:
o
Sabun
0,05 % g = 35,748 dyne/cm
o
Sabun
0,1% g 35,748 dyne/cm
o
Sabun
0,15 % g = 143 dyne/cm
o
Sabun
0,2 % g = 71,496 dyne/cm
-
Konsentrasi
detergen semakin tinggi maka makin rendah tegangan permukaan nya, begitupun
sebaliknya konsentrasi detergen makin rendah maka tegangan permukaannya semakin
tinggi. Atau dengan kata lain tegangan
permukaan berbanding terbalik dengan konsentrasi detergen.